Pemakaian pestisida sintetis secara intensif oleh petani tanpa pemahaman yang memadai berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya respon peradangan. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesehatan petani melalui kegiatan edukasi mengenai risiko paparan pestisida serta pemeriksaan jumlah leukosit sebagai indikator peradangan. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan tatap muka di Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, disertai pemeriksaan leukosit pada 45 petani dengan teknik hitung manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki kadar leukosit dalam batas normal (4.500–10.000 sel/mm³). Meski demikian, terdapat 3 responden (6,6%) dengan kadar leukosit meningkat yang mengarah pada kemungkinan peradangan, serta 1 responden (2,2%) dengan kadar leukosit menurun. Kegiatan edukasi berlangsung baik walaupun menghadapi kendala, seperti keterlambatan kehadiran peserta dan keterbatasan koordinasi dengan kader kesehatan desa. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan berkelanjutan dan pemantauan kesehatan rutin sangat diperlukan untuk mencegah dampak jangka panjang akibat paparan pestisida.
Copyrights © 2025