nelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan sains anak belum berkembang, seperti kemampuan mengamati, kemampuan mengklasifikasikan, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan mengomunikasikan, dan kemampuan menyimpulkan, serta kurangnya media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran sains, sehingga dengan hal tersebut mengakibatkan rendahnya minat untuk belajar sains pada anak, dan juga ditemukan bahwa metode yang digunakan kurang memberikan kesempatan kepada anak dalam mengembangkan kemampuan sainsnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan sains anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah 11 Kota Padang. Penelitian yang peneliti gunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif dengan bentuk pre- experimental design yang peneliti ambil yaitu one group pretest-posttest design. Populasi yang diteliti dalam penelitian ini yaitu seluruh anak usia dini yang ada dilingkungan di Taman Kanak- kanak Aisyiyah 11 Kota Padang dengan jumlah sebagai sebanyak 72 orang, dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas B2 yang dijadikan kelas eksperimen yang terdiri dari 9 orang perempuan dan 8 orang laki-laki. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan tes. Berdasarkan hasil uji normalitas pada kelas eksperimen dapat disimpulkan bahwa data di kelas eksperimen berdistribusi normal, dan berdasarkan uji homogenitas di kelas eksperimen dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh bersifat homogen. Kemudian pada uji hopotesis uji paired sample test diperoleh nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000. Nilai tersebut < 0,05. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor anak sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan dengan metode eksperimen susu pelangi terhadap kemampuan sains anak di Taman Kanak-kanak Aisyiyah 11 Padang.
Copyrights © 2023