Regulasi emosi adalah aspek penting bagi remaja untuk metode penyelesaian masalah yang tepat dan bijak. Kemampuan problem solving dibutuhkan untuk mendorong terjadinya proses pemecahan masalah adaptif untuk mengatasi situasi yang menekan. Pelatihan problem solving dilakukan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Pemilihan sampling menggunakan purposive sampling dengan memilih 32 subjek berdasarkan kategorisasi yang telah ditetapkan. Uji parametrik paired sample t test dipilih untuk melihat perbedaan nilai rata-rata skor pretest ke skor posttest pada kelompok eksperimen, dan ditemukan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara problem solving dengan regulasi emosi pada kelompok eksperimen. Uji independent sample t test digunakan untuk mengetahui perbedaan skor posttest antara kelompok eksperimen dengan kontrol dan ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada ilmu pengetahuan secara teoritis dan dapat menjadi referensi bagi praktisi kesehatan mental dan pendidik dalam mengembangkan program intervensi yang efektif bagi remaja.
Copyrights © 2024