Jeruk siam (Citrus nobilis Lour.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun rentan rusak pascapanen akibat serangan Colletotrichum gloeosporioides penyebab antraknosa. Infeksi ini mempercepat degradasi fisiologis termasuk meningkatnya susut bobot, sehingga mutu menurun. Pengendalian dengan fungisida sintetis efektif tetapi menimbulkan residu berbahaya sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan. Streptomyces GBSR1 menghasilkan metabolit sekunder antifungi yang berpotensi menghambat patogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak Streptomyces GBSR1 dalam menekan susut bobot jeruk siam pascapanen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu 0 ppm (kontrol), 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, dan 2000 ppm selama 10 hari. Hasil menunjukkan perlakuan 500 ppm terbaik dengan susut bobot terendah 1,17% pada kontrol 1,82%. Efektivitas ini terkait kemampuan ekstrak menekan pertumbuhan jamur dan menghambat enzim perusak dinding sel sehingga jaringan buah terjaga. Dengan demikian, ekstrak Streptomyces GBSR1 konsentrasi 500 ppm efektif memperlambat susut bobot jeruk dan menjadi alternatif biokontrol ramah lingkungan.
Copyrights © 2025