Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan produktivitas dan manajemen pemeliharaan ternak babi di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah. Ternak babi memiliki peranan penting dalam sistem sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat, tetapi produktivitasnya masih tergolong rendah karena manajemen tradisional, keterbatasan pakan, rendahnya kualitas genetik, dan minimnya layanan kesehatan hewan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 60 peternak di Distrik Paniai Timur, Aradide, dan Bibida. Analisis data dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman serta menentukan strategi pengembangan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor total faktor internal sebesar 2,85 dan faktor eksternal sebesar 2,95, yang menempatkan posisi pengembangan ternak babi pada kuadran I (strategi agresif). Strategi utama yang direkomendasikan meliputi: (1) peningkatan kapasitas peternak melalui pelatihan manajemen reproduksi dan pakan; (2) pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pakan alternatif; (3) penguatan kelembagaan kelompok peternak; dan (4) peningkatan biosekuriti dan layanan kesehatan ternak. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha ternak babi di Kabupaten Paniai.
Copyrights © 2025