Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep takwa sebagaimana tercermin dalam Surat Al-Baqarah ayat 2-3 dengan menggunakan metode tafsir tahlili, melalui perbandingan antara dua karya tafsir besar, yaitu Tafsir Ibn Katsir sebagai representasi tafsir klasik dan Tafsir Al-Miṣbah sebagai pendekatan kontemporer. Permasalahan utama yang diangkat adalah perbedaan yang signifikan antara penafsiran normatif tentang ketakwaan dalam literatur klasik dan pemahaman kontekstualnya dalam masyarakat Muslim kontemporer. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah kualitatif-deskriptif, dengan bertumpu pada studi pustaka dan analisis komparatif. Analisis ini mencakup dimensi linguistik, riwayat hadis atau atsar, dan implikasi kontekstual. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Ibn Katsir memandang ketakwaan sebagai ketaatan mutlak berdasarkan pandangan generasi salaf, sementara Qurais Shihāb menekankan aspek kesadaran spiritual, etika, dan tanggung jawab sosial sebagai manifestasi praktis dari ketakwaan. Kesimpulan akhir menunjukkan bahwa kesalehan tidak terbatas pada ritual formal, melainkan melibatkan refleksi kritis untuk mewujudkan nilai-nilai ketuhanan dalam konteks kehidupan modern.
Copyrights © 2025