Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Salah satu ancaman yang muncul adalah sikap tone deaf, yaitu ketidakpekaan sosial terhadap isu-isu penting yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna sikap tone deaf dalam konteks ketegangan sosial, menganalisis potensi konflik yang ditimbulkannya, serta mengeksplorasi perspektif Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) UNIMED dalam merespons fenomena tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota GMNI UNIMED yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap tone deaf berkontribusi terhadap meningkatnya kesalahpahaman dan ketegangan antar kelompok sosial. Namun, GMNI UNIMED terbukti memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial mahasiswa melalui pendidikan ideologis, diskusi kritis, dan aksi nyata yang mendorong solidaritas serta memperkuat persatuan nasional. Dengan demikian, organisasi mahasiswa memiliki potensi signifikan dalam menangkal sikap apatis dan menjaga kohesi sosial di tengah kompleksitas masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2025