Kesenian Sandur yang berkembang di Bojonegoro bukan sekedar permainan tradisional anak-anak Jawa, tetapi mempunyai makna dan filosofi yang mendalam. Sandur dimulai pada tahun 1965 hingga saat ini, namun terlihat terasing keberadaannya dari masyarakat Indonesia, khususnya budaya Jawa. Sanggar Bale Parawangsa merupakan kelompok seni yang berupaya untuk tetap melestarikan Sandur dengan menyajikan pementasan Sandur ketika mendapatkan panggilan di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Namun demikian terdapat beberapa kendala yang dihadapi sehingga menyebabkan kesenian sandur kurang diminati oleh masyarakat. Kualitas jalan cerita kurang menarik dan tata kelompok pelaku sandur yang kurang baik merupakan faktor-faktor yang menyumbang seni sandur kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat. Tujuan dari dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan mitra. Hasil dari kegiatan pengabdian ini nantinya akan berdampak pada kontribusi turut membantu melestarikan dan memperkenalkan budaya asli Indonesia yaitu kesenian sandur kepada masyarakat khususnya generasi muda dalam bentuk yang lebih modern dan menarik dengan penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan. Solusi yang diberikan adalah (1) Pelatihan manajemen seni pertunjukan, (2) peningkatan konsep pertunjukan modern seni sandur pakeliran, (3) pembuatan video pertunjukan seni sandur, dan (4) penyusunan buku seni sandur.
Copyrights © 2025