Sanitasi air bersih merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama bagi balita yang memiliki sistem imun belum sempurna. Air yang tercemar dapat menjadi media penularan berbagai penyakit seperti diare, kolera, hepatitis A, dan tifus, yang masih menjadi penyebab utama kematian balita di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sanitasi air bersih dalam pencegahan penyakit menular pada balita serta menggambarkan hubungan antara perilaku higienis keluarga dengan kondisi kesehatan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) terhadap berbagai sumber ilmiah, laporan WHO, UNICEF, dan penelitian nasional terkait sanitasi air bersih serta kesehatan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit menular sebesar 40–60% dibanding rumah tangga dengan akses air yang tidak layak. Selain itu, edukasi ibu terkait kebersihan air, penyimpanan air minum, dan pengelolaan limbah rumah tangga berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kejadian diare pada balita. Dengan demikian, ketersediaan air bersih yang layak, perilaku sanitasi keluarga yang baik, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur menjadi faktor kunci dalam pencegahan penyakit menular pada anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan keluarga di tingkat rumah tangga.
Copyrights © 2025