Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM Fadilah Taufik, Fachri; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jks.v6i1.27978

Abstract

Anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) sering kali mengalami proses peradilan yang berorientasi pada hukuman tanpa mempertimbangkan aspek psikologis, sosial, serta hak anak. Sistem peradilan pidana konvensional yang menitikberatkan pada penghukuman cenderung memberikan stigma negatif, menghambat reintegrasi sosial, serta meningkatkan risiko residivisme. Dalam konteks ini, pendekatan restorative justice hadir sebagai alternatif yang lebih humanis, berfokus pada pemulihan hubungan antara korban, pelaku, dan masyarakat melalui mediasi, dialog, serta penyelesaian berbasis keadilan restoratif. Pendekatan ini menekankan tanggung jawab pelaku tanpa harus melalui proses peradilan yang berpotensi merugikan perkembangan anak. Tulisan ini mengkaji efektivitas penerapan restorative justice dalam menangani ABH di Indonesia melalui metode studi literatur dengan menelaah regulasi, kebijakan, serta praktik yang telah diterapkan di berbagai daerah. Kajian menunjukkan bahwa restorative justice lebih berorientasi pada rehabilitasi dibandingkan pendekatan retributif. Selain itu, pendekatan ini dapat mengurangi tingkat residivisme, memperkuat peran keluarga, serta meningkatkan keterlibatan komunitas dalam mendukung pemulihan dan reintegrasi ABH. Namun, tantangan seperti keterbatasan pemahaman aparat penegak hukum, ketidakkonsistenan implementasi, serta kurangnya dukungan sumber daya masih menjadi kendala utama. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap konsep ini juga menjadi penghambat. Jika tidak diterapkan secara optimal, tujuan utama untuk melindungi dan merehabilitasi ABH sulit tercapai. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat, serta sosialisasi yang lebih luas agar pendekatan ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
SANITASI AIR BERSIH DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR PADA BALITA Fadilah Taufik, Fachri; Achdiani, Yani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi air bersih merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama bagi balita yang memiliki sistem imun belum sempurna. Air yang tercemar dapat menjadi media penularan berbagai penyakit seperti diare, kolera, hepatitis A, dan tifus, yang masih menjadi penyebab utama kematian balita di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sanitasi air bersih dalam pencegahan penyakit menular pada balita serta menggambarkan hubungan antara perilaku higienis keluarga dengan kondisi kesehatan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) terhadap berbagai sumber ilmiah, laporan WHO, UNICEF, dan penelitian nasional terkait sanitasi air bersih serta kesehatan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit menular sebesar 40–60% dibanding rumah tangga dengan akses air yang tidak layak. Selain itu, edukasi ibu terkait kebersihan air, penyimpanan air minum, dan pengelolaan limbah rumah tangga berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kejadian diare pada balita. Dengan demikian, ketersediaan air bersih yang layak, perilaku sanitasi keluarga yang baik, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur menjadi faktor kunci dalam pencegahan penyakit menular pada anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan keluarga di tingkat rumah tangga.