Seiring dengan berkembangnya teknologi alat musik modern seperti gitar, ukulele, keyboard, drum, biola yang mudah didapat dan dijangkau serta semakin pesatnya kemajuan teknologi digital seperti HP, audio visual yang mudah diakses di Kabupaten Tolikara membuat generasi muda Kampung Kelobur lebih tertarik pada nyanyian dan alat musik modern dan semakin meninggalkan alat musik tradisional. Maka dari uraian diatas, penulis menetapkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui fungsi jubih (kano-kano) sebagai alat musik tradisional pada kampung Kelobur Kabupaten Tolikara. Guna menguatkan penelitian dan pembahasannya, maka digunakan teori fungsi musik “use and function” yang dikemukakan oleh Alan P. Merriam dalam bukunya The Anthropology of Music. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan tujuan untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variable dan keadaaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi. Hasil yang diperoleh selama melakukan penelitian adalah jubi (kano-kano) mempunyai fungsi utama adalah sebagai alat pelindung, alat berburu, alat perang dan pembayaran mas kawin. Fungsi khusus alat musik tradisional jubi (kano-kano) yaitu, dipergunakan sebagai sebagai seni rupa, instrumen pengiring nyanyian, instrumen pengiring tari, media hiburan, media komunikasi, alat kesinambungan budaya, alat perlambangan atau simbol, alat reaksi jasmani, dan alat penghayatan estetis. Apresiasi Jubih (kano-kano) sebagai alat musik tradisional di kalangan generasi muda kampung Kelobur perlu dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, apresiasi yang perlu dilakukan adalah: pembelajaran alat musik tradisional jubih (kano-kano) bagi dunia pendidikan, membentuk sanggar budaya, dan sosialisasi melalui media dan komunikasi.
Copyrights © 2025