Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni merupakan jurnal yang mengkaji berbagai isu dalam bidang Musik, Seni, Musik Gereja, Pendidikan Musik Gereja, Kajian Seni Musik & Musik Etnis. Jurnal ini mengapresiasi artikel-artikel dalam ranah kajian teoretis, filosofis dan aplikatif berdasar pada penelitian dan pengkajian. Artikel-artikel di Cantata Deo berorientasi untuk menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan seni guna merespon perkembangan global sehingga dapat bermanfaat bagi para akademisi, praktisi, peneliti dan pengajar. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani dengan frekuensi terbitan yaitu dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember). Pertama kali terbit pada tahun 2023 dan kami menyambut dengan baik berbagai kajian musik dalam perspektif yang beragam demi pengembangan pengetahuan.
Articles
39 Documents
Penggunaan Metode Solfeggio Untuk Peningkatan Kemampuan Bernyanyi Paduan Suara di Jurusan Musik Gereja STAKPN Sentani
Sulistyowati, Ambar
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 1 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i1.5
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bernyanyi. Oleh karena itu, dengan diterapkannya pelatihan solfeggio sebagai metode pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bernyanyi dalam paduan suara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis peningkatan kemampuan bernyanyi dalam paduan suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan solfeggio dapat meningkatkan kemampuan bernyanyi dalam paduan suara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar pelatihan solfeggio dapat diterapkan dalam pembelajaran paduan suara, disamping juga disediakan ruangan khusus (ruang music) untuk menunjang segala kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan bermusik, dan juga rutinitas latihan paduan suara yang dilakukan secara teratur.
Penerapan Metode Media Visual Gambar Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Seni Budaya di Kelas VIII B SMP Negeri 7 Sentani
Yaung, Sarce;
Pardomuan, Gusti Nyoman;
Sahureka, Cosye Meilina
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 1 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i1.6
Proses belajar mengajar (PBM) seringkali dihadapkan pada materi yang abstrak dan di luar pengalaman siswa sehari-hari, sehingga materi menjadi sulit diajarkan guru dan sulit dipahami siswa. Berbagai materi yang berkaitan dengan sejarah masa lalu akan lebih konkrit dan mudah dipahami apabila disampaikan oleh guru dengan media visual layaknya gambar dan foto. Metode penelitian yaang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan penyebaran angket.adapun dalam penulisan ini menggunakan teknik kuantitatif,selanjutnya untuk menganalisis penulis menggunakan skala likert dan untuk menentukan hasil akhir menggunakan teknik analisi data. Hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran. Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut: adanya pengembagan baru dalam sistem belajar dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih menarik seperti media gambar,media audio,bahkan bisa dalam bentuk yang lainnya agar siswa lebih termotivasi dan menangkap materi dengan lebih baik.
Pengenalan Dasar Alat Musik Gitar Untuk Siswa Kelas III SMP Negeri Borme Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua
Basini, Sel;
Pardomuan, Gusti Nyoman;
Marlissa, Magdalena S
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 1 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i1.7
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemahaman dasar alat musik gitar yang baik dan menarik bagi siswa kelas III SMP Negeri Borme Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas III SMPN Borme memiliki tingkat pemahaman yang tinggi terhadap alat musik gitar. Dari 37 siswa, 25 siswa mampu memahami dengan mudah bagian dari gitar, sedangkan 12 siswa memiliki kesulitan untuk mengenal bagian-bagian gitar. Namun, untuk pengenalan akor gitar, hanya 6 siswa yang memiliki pemahaman yang agak baik sedangkan 31 siswa memiliki penguasahaan yang sangat kurang. Maka dari itu, perlu dilakukannya pelatihan lebih lanjut terkait pemahaman alat musik gitar kepada siswa. Dari hasil pelatihan alat musik gitar dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, di temukannya minat dan motivasi belajar gitar yang tinggi dari siswa hal ini ditunjukkan dari kemampuan siswa dalam memainkan alat musik gitar dengan akor yang sederhana.
Kualitas Paduan Suara Gereja Versus Paduan Suara “Kompetisi”
Gasong, Christian Lamban
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 1 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i1.9
Gereja sangat lekat hubungannya dengan paduan suara. Ketika mendengar kata paduan suara, yang pertama kali muncul dalam benak kita adalah lagu-lagu rohani gerejawi. Paduan suara ialah suatu kelompok biduan yang terdiri dari sepuluh orang atau lebih yang menyanyikan sebuah lagu dengan membagi suara. Beberapa suara yang berpadu menjadi satu menghasilkan sebuah simfoni yang indah didengar. Fokus dari tulisan ini adalah membedakan antara paduan suara yang dinyanyikan dalam gereja sebagai bagian dari ibadah dengan paduan suara yang dinyanyikan di dalam sebuah kompetisi. Meskipun keduanya mempunyai maksud yang sama yaitu memuji Tuhan, akan tetapi berbeda dari segi persiapan dan tujuan utamanya. Paduan suara dalam kompetisi sangat mengutamakan persiapan yang matang untuk dapat menampilkan yang terbaik dihadapan juri, dan tentu saja hal yang diharapkan adalah sebuah prestasi. Yang ditekankan di dalam tulisan ini adalah paduan suara dapat memberikan penampilan yang terbaik bukan hanya di hadapan juri, tetapi juga harus menampilkan yang terbaik di hadapan Tuhan.
Fungsi Instrumen Gitar Dalam Mengiringi Ibadah Puji-Pujian
Marlissa, Magdalena Susana
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 1 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i1.10
Gitar dapat memegang pimpinan utama dalam ibadah. Perannya dapat merubah suasana yang tidak kalah dari alat musik lainnya. Ibadah apapun pasti mempunyai cara yang dapat membuat suasana menajdi lebih meriah sesuai dengan kondisi, sehingga dihubungkan dengan musik instrumen gitar dapat merubah suasana hati setiap orang yang hadir dalam ibadah. Sehubungan dengan suasana ibadah, maka alunan gitar dapat menciptakan atau membawa suasana hati orang untuk memahami dan merasakan kehadiran Allah. Nyanyian umat kepada Tuhan dapat mengungkapkan berbagai tujuan, perasaan serta iman seseorang atau seluruh jemaat. Melalui pujian juga umat dapat berkomunikasi secara dialogis kepada Allah sebagai Raja. Sekaligus sebagai sahabat tempat mencurahkan isi hatinya dengan bebas. Memuji Tuhan dalam keseharian berarti merasakan kehadiran Tuhan ketika bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan selalu merasakan bahwa Tuhan hadir bersama dengan kita, maka kita akan mendapatkan kekuatan ketika kita letih lesu menjalani hidup yang serba tidak pasti, mendapatkan semangat ketika sudah hampir menyerah menghadapi tantangan hidup, mendapatkan sukacita ketika merasakan kesedihan dan kekecewaan, bimbingan ketika tidak tahu untuk mengambil keputusan, damai sejahtera ketika kita kehilangan rasa damai.
Dampak Musik Terhadap Emosi Jiwa Siswa SMA YPPK Asisi Sentani
Gasong, Christian Lamban;
Ristua, Yohanna
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 1 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i1.11
Musik adalah sesuatu yang dituangkan dalam pikiran dan dapat berpengaruh terhadap emosi sesorang. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dampak musik terhadap emosi jiwa siswa SMA YPPK Asisi Sentani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis data berupa observasi dan wawancara. Dampak musik bagi emosi jiwa dalam penelitian ini adalah membawa dampak yang positif terhadap siswa karna dapat membawa kebahagiaan yang dapat membuat hormone tubuh meningkat jadi senang. Musik juga berdampak positif bagi tubuh ketika berolaraga seperti jogging karna dapat memotivasi untuk bersemangat. Hal yang baik juga dari musik bagi emosi adalah dapat mengurangi stress dan juga dapat membuat kualitas tidur lebih nyenak. Dampak negatif dari musik adalah ketika mendengarkan music sedihsiswa akan ikut merasa sedih bakans bisa sampai menangis karna terbawa suasa yang tekandung didalam music tersebut.
Kontekstualisasi Musik Tradisional Sape Dalam Ibadah di Gereja Kemah Injil Indonesia Kalimantan Utara
Musa Kiring
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 2 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i2.20
Sape adalah alat musik petik yang berasal dari suku Dayak Kalimantan. Alat musik sape berfungsi sebagai media hiburan serta mengiring tarian dalam acara ritual adat. Namun gereja cendrung tidak menggunakan musik sape dalam ibadah. Oleh sebab itu penulis akan membahas dengan topik kontekstualisasi musik sape dalam ibadah di Gereja Kemah Injil Indonesia Kalimantan Utara. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberi pemahaman kepada gereja pengaruh dari penggunaan alat musik sape terhadap jemaat memberi motivasi kepada pemusik gereja untuk menggunakan musik sape dalam ibadah. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjawab permasalah yang ada. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mencapai data yang akuratmaka peneliti menggunakan beberapa metode atau teknik pengumpulan data, berupa metode wawancara, dan metode observasi. Penelitian ini peneliti akan melakukan penelitian kepada Gereja Kemah Injil Indonesia Kalimantan Utara tentang kontekstualisasi alat musik sape dalam ibadah. Penelitian ini mampu memberi pemahaman kepada jemaat, hamba-hamba Tuhan tentang fungsi dan dampak dari kontekstualisasi alat musik sape dalam ibadah, sehingga jemaat senang atau bersuka cita dalam bernyanyi dan setia beribadah.
Peranan Mata Kuliah Manajemen Pelayanan Musik Bagi Mahasiswa Program Studi Musik Gerejawi di IAKN Toraja
Manik, Stefanus Puang;
M. Siallagan, Stephani Intan
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 2 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i2.39
Penelitian ini dilatarbelakangi proses pembelajaran mata kuliah manajemen pelayanan musik yang memiliki peranan sangat penting, membantu mahasiswa dalam melakukan pelayanan musik, yang dilakukan di gereja. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan menggambarkan peranan pembelajaran mata kuliah manajemen pelayanan musik bagi mahasiswa Prodi Musik Gerejawi Di IAKN Toraja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan teknik wawancara untuk mendeskripsikan mata kuliah manajemen pelayanan musik. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pembelajaran mata kuliah manajemen pelayanan musik pada Program Studi Musik Gerejawi, diharapkan mampu membantu mahasiswa dalam melakukan praktik atau pelayanan langsung ke gereja masing-masing. Hasil dari mata kuliah ini tentunya mengharapkan bimbingan secara langsung yang dilakukan oleh dosen, sehingga mahasiswa dapat melakukan pelayanan dengan maksimal, mampu mempratikkan tentang cara mengatur, mengorganisir dan mengevaluasi pemain musik, song leader, dan liturgis. Kesimpulan menjelaskan bahwa dari mata kuliah ini, Dosen selaku tenaga professional dibidangnya dituntut untuk lebih kreatif dalam mengampu mata kuliah untuk membimbing mahasiswa dalam mempraktikkan manajemen pelayanan musik di jemaat.
Video Pembelajaran Seni Budaya Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Musik di SMP Negeri 7 Sentani
Atatu, Sriyanti
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 2 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i2.86
Seni budaya merupakan bagian penting dalam kurikulum pendidikan, termasuk di tingkat SMP. Salah satu bagian materi dari seni budaya yang dikenal adalah materi musik, penelitian ini bertujuan untuk menggali pengaruh media pembelajaran berbasis video dalam pembelajaran seni budaya untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi musik di SMP Negeri 7 Sentani, serta untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh media pembelajaran, khususnya media pembelajaran berbasis video terhadap siswa-siswi pada mata pelajaran seni budaya (materi musik) di SMP Negeri 7 Sentani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan wawasan yang mendalam mengenai peran media pembelajaran berbasis video dalam proses pembelajaran seni budaya (materi musik). Data penelitian dikumpulkan melalui observasi sekolah, wawancara dengan siswa, serta analisis terkait kurikulum dan materi pelajaran seni budaya di SMP Negeri 7 Sentani. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran berbasis video, memiliki dampak positif pada minat belajar siswa pada mata pelajaran seni budaya (materi musik). Berdasarkan hasil penelitian, didasarkan agar guru seni budaya di SMP Negeri 7 Sentani dapat lebih memperkaya metode pengajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis video untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap seni budaya. Selain itu, diharapkan pula agar kurikulum lebih mendukung penggunaan media pembelajaran berbasis video dalam pelajaran seni budaya (materi musik), sehingga siswa dapat lebih memahami seni budaya (materi musik).
Pengaruh Musik Tradisional (Suling) Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VIII C Mata Pelajaran Seni Musik di SMP Negeri 5 Sentani
Johan Tuldjurin, Tonci
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 1 No. 2 (2023): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69748/jmcd.v1i2.87
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh musik tradisional, khususnya alat musik Suling trhadap minat belajar siswa kelas VIII C pada mata pelajaran seni budaya (seni musik) di SMP Negeri 5 Sentani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan wawasan yang mendalam mengenai peran musik tradisional dalam proses pembelajaran seni musik. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan siswa, serta analisis dokumen terkait kurikulum dan materi pelajaran seni budaya di SMP Negeri 5 Sentani. Hasil penelitian yang diperoleh melalui observasi, pembelajaran, dan wawancara menunjukan bahwa musik tradisional, khususnya suling memiliki dampak positif pada minat belajar siswa pada mata pelajaran seni budaya (seni musik). Berdasarkan hasil penelitian, didasarkan agar guru seni budaya di SMP Negeri 5 Sentani dapat lebih memperkaya metode pengajaran dengan memanfaatkan musik tradisional sebagai salah satu alat musik untuk meningkatkan minat dana pemahaman siswa terhadap seni budaya. Selain itu, diharapkan pula agar kurikulum lebih mendukung integrasi unsur-unsur budaya lokal ke dalam pelajaran seni budaya, sehingga siswa dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya tradisional mereka.