Pekerja tenun tradisional memiliki risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal akibat posisi kerja statis dan gerakan berulang dalam waktu lama. Upaya penurunan nyeri dipengaruhi oleh berbagai faktor baik individu maupun lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penurunan nyeri muskuloskeletal pada pekerja tenun tradisional di Desa Masalili, Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang penenun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), Numeric Rating Scale (NRS), kuesioner pengetahuan ergonomi, observasi postur kerja dengan RULA, dan skala stres kerja. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan stretching (p=0,001), postur kerja ergonomis (p=0,004), dan tingkat stres kerja rendah (p=0,022) berhubungan signifikan dengan penurunan nyeri muskuloskeletal. Faktor paling dominan adalah kebiasaan stretching dengan OR=5,62 (95% CI=2,03–15,54). Disimpulkan bahwa stretching rutin dan penerapan postur kerja ergonomis dapat menurunkan keluhan nyeri muskuloskeletal. Diperlukan program promosi kesehatan kerja berbasis ergonomi bagi pekerja sektor informal.
Copyrights © 2025