Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan kompetensi digital guru dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMA Negeri 17 Luwu dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fisika, serta perwakilan siswa kelas XI dan XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memiliki kemampuan dasar dalam memanfaatkan teknologi digital seperti penggunaan Canva dan media pembelajaran berbasis video, namun penerapannya masih terbatas akibat kendala sarana prasarana, akses internet, dan dukungan kebijakan sekolah yang belum optimal. Guru berinisiatif mengembangkan pembelajaran interaktif melalui game-based learning berbasis QR code serta penggunaan media sosial sebagai sarana kolaborasi siswa. Strategi pengembangan kompetensi digital dilakukan melalui pelatihan berbasis teknologi, pengembangan profesional berkelanjutan, dan pembinaan etika digital yang menekankan pentingnya pemahaman hak cipta serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan minat belajar siswa yang tercermin dari keterlibatan aktif, kemandirian belajar, serta ketertarikan terhadap materi yang relevan dengan cita-cita mereka. Secara keseluruhan, pengembangan kompetensi digital guru terbukti berperan penting dalam menciptakan pembelajaran abad ke-21 yang inovatif, kolaboratif, efektif, dan mampu menumbuhkan motivasi serta minat belajar siswa.
Copyrights © 2025