Latar Belakang : Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pusat Kesehatan Primer (SIMPUS) di Jawa Barat bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan melalui pengelolaan data dan pemanfaatan teknologi informasi yang lebih baik. Meskipun memiliki tujuan yang signifikan untuk meningkatkan efisiensi administrasi, akurasi rekam medis, dan kepuasan pasien, tantangan seperti infrastruktur yang terbatas, pelatihan staf yang tidak memadai, dan masalah teknis menghambat implementasinya yang optimal. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, mengevaluasi artikel penelitian yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024 menggunakan kata kunci "SIMPUS", "efektivitas", dan "peningkatan kualitas layanan kesehatan". Analisis difokuskan pada penilaian efektivitas operasional dan teknis SIMPUS di berbagai puskesmas primer di Jawa Barat. Hasil : SIMPUS secara signifikan meningkatkan efisiensi administrasi, meningkatkan akurasi rekam medis, dan meningkatkan kepuasan pasien. Namun, potensi penuhnya hanya dapat diwujudkan dengan peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan staf reguler, dan pengembangan sistem yang berkelanjutan untuk mengatasi keterbatasan teknis. Kesimpulan : Studi ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan teknologi ke dalam perawatan kesehatan primer untuk meningkatkan kualitas layanan. Mengoptimalkan implementasi SIMPUS membutuhkan penanganan tantangan infrastruktur, memberikan pelatihan berkelanjutan, dan meningkatkan fitur sistem untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan secara efektif.
Copyrights © 2025