Budikdamber (budidaya ikan dalam ember) merupakan sistem budidaya terpadu yang mengombinasikan ikan lele (Clarias sp.) dan tanaman kangkung dalam satu wadah, sehingga mendukung efisiensi lahan serta daur ulang nutrien secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh frekuensi pemberian probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap kadar glukosa darah dan pertumbuhan ikan lele dalam sistem budikdamber. Penelitian dilakukan selama 28 hari dengan empat perlakuan frekuensi pemberian BAL, yaitu kontrol (tanpa BAL), A (setiap 1 hari), B (2 hari sekali), dan C (3 hari sekali), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar glukosa darah, berat dan panjang mutlak ikan, serta pertumbuhan kangkung. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan C menghasilkan kadar glukosa terendah dan paling stabil pada minggu keempat, menandakan tingkat stres fisiologis ikan yang rendah. Sementara itu, perlakuan B menunjukkan pertumbuhan berat dan panjang ikan lele serta berat kangkung tertinggi, menunjukkan efisiensi pertumbuhan yang optimal. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk budidaya. Dengan demikian, frekuensi pemberian probiotik dua hari sekali (perlakuan B) direkomendasikan untuk optimalisasi pertumbuhan, sedangkan frekuensi tiga hari sekali (perlakuan C) efektif untuk menjaga stabilitas fisiologis ikan.
Copyrights © 2025