Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling mindfulness dalam mengurangi tingkat stres pada lansia. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya populasi lansia di Indonesia yang diiringi dengan berbagai permasalahan psikologis, terutama stres akibat perubahan peran sosial, penurunan kondisi fisik, serta kesepian. Konseling berbasis mindfulness dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk membantu lansia mencapai ketenangan batin melalui kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini tanpa penilaian. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 orang lansia yang berusia antara 60–75 tahun dan tinggal di salah satu panti sosial di Jawa Tengah. Instrumen pengumpulan data menggunakan Skala Stres Lansia yang disusun berdasarkan dimensi stres psikologis. Intervensi konseling mindfulness dilakukan dalam 6 sesi pertemuan, masing-masing berdurasi 60 menit, dengan teknik utama berupa latihan pernapasan sadar, meditasi tubuh, dan refleksi pengalaman diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat stres lansia setelah mengikuti konseling mindfulness (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa konseling mindfulness efektif membantu lansia mengelola stres melalui peningkatan kesadaran diri dan penerimaan terhadap kondisi hidupnya. Dengan demikian, intervensi mindfulness dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kesehatan mental lansia, baik di panti sosial maupun di komunitas masyarakat.
Copyrights © 2025