Turnover intention menjadi isu krusial dalam pengelolaan sumber daya manusia, karena berimplikasi pada stabilitas operasional dan keberlangsungan organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stres kerja, beban kerja, dan komitmen organisasi terhadap turnover intention pada karyawan CV. Bangkit Karya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus sampling terhadap 100 responden, serta dianalisis melalui regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan beban kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention, sementara komitmen organisasi berpengaruh negatif signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut terbukti memengaruhi turnover intention dengan kontribusi sebesar 30,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen organisasi dalam menekan tingkat stres dan beban kerja yang berlebihan, sekaligus memperkuat komitmen karyawan sebagai strategi untuk mengurangi turnover intention. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi manajemen perusahaan serta membuka ruang kajian lanjutan mengenai faktor-faktor lain yang relevan.
Copyrights © 2025