Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya di jenjang sekolah dasar. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa keterampilan berbicara di kelas IV SDN Kotabaru masih tergolong rendah, dimana sebagian siswa belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penggunaan model pembelajaran role playing pada materi dongeng. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini, subjek penelitiannya adalah siswa kelas IV sebanyak 31 orang. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, dokumentasi, dan tes unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa, dari (45,16%) pada pratindakan, naik menjadi (64,52%) di siklus pertama, dan meningkat lagi menjadi (87,10%) di siklus kedua. Perkembangan tersebut terlihat pada aspek pelafalan, intonasi, kelancaran, ekspresi, serta ketepatan isi pembicaraan. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada materi dongeng.
Copyrights © 2025