Fenomena kesurupan masih menjadi tantangan di institusi teologi seperti STT Abdi Sabda Medan, di mana mahasiswa baru sering mengalami pengalaman ini, sehingga pelayanan pelepasan menjadi kebutuhan pastoral yang mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswa terkait kesurupan, latar belakang spiritual mereka, serta efektivitas pelayanan pelepasan melalui metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yang melibatkan observasi dan wawancara dengan mahasiswa serta praktisi pelayanan; hasil penelitian menunjukkan bahwa kesurupan dapat dianalisis dari perspektif psikologi, antropologi, dan teologi, serta pelayanan pelepasan yang dilakukan oleh Deliverance Ministry Team (DMT) di STT Abdi Sabda terbukti membawa perubahan spiritual dan emosional bagi mahasiswa yang mengalaminya.
Copyrights © 2025