Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keselarasan antara misi gereja masa kini dan falsafah Si Tou Timou Tumou Tou sebagai warisan budaya Minahasa yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi digital, gereja dipanggil untuk tidak hanya menjadi institusi rohani, tetapi juga sebagai agen pemanusiaan yang mampu menghadirkan kasih dan keadilan Tuhan dalam kehidupan nyata. Falsafah Si Tou Timou Tumou Tou, yang berarti "manusia hidup untuk memanusiakan manusia", memberikan landasan kontekstual dan teologis bagi gereja dalam membangun pelayanan yang inklusif, relasional, dan transformatif. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya lokal dan pemahaman teologi misi dapat memperkuat identitas gereja sebagai komunitas yang hidup bersama masyarakat, termasuk melalui ruang digital, untuk menyatakan kasih Allah dalam tindakan nyata.
Copyrights © 2025