Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup yang disertai dengan meningkatnya penyakit degeneratif maka kebutuhan akan perawatan paliatif juga meningkat. Perawatan paliatif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga, dengan cara meringankan gejala penyakit mengancam jiwa, yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Namun pelaksanaan perawatan paliatif masih belum optimal. Berbagai hambatan yang dialami oleh perawat dalam pelaksanaan perawatan paliatif di Rumah Sakit. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dari aspek tenaga kesehatan yang terlibat dalam tim perawatan paliatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam tentang persepsi praktisi kesehatan yang terlibat dalam perawatan paliatif yaitu terdiri dari dokter, perawat, fisioterapis dan ahli gizi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, didapatkan 7 partisipan yang bersedia terlibat dalam penelitian ini yang diambil dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dengan tatap muka dan secara virtual, dan analisa data menggunakan analisis konten. Hasil penelitian didapatkan lima tema yaitu; pemahaman tentang fokus praktik perawatan paliatif, kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi dalam praktik, kebutuhan koordinasi pelayanan dan kolaborasi interdisiplin, pelibatan pasien dan keluarga dalam proses perawatan, dan hambatan dalam pelaksanaan praktik perawatan paliatif. Dari temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan perawatan paliatif di Rumah Sakit dipengaruhi oleh beberapa aspek antara lain: tingkat pengetahuan tenaga medis dan kesehatan tentang perawatan paliatif, kepercayaan diri untuk melaksanakan perawatan paliatif, koordinasi pelayanan dan kerjasama interdisiplin, fasilitas pendukung kebijakan serta keterlibatan keluarga dalam menentukan perawatan yang diinginkan bagi pasien atau anggota keluarganya
Copyrights © 2025