Siswa saat ini mengalami penurunan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Hal ini dipicu karena kurangnya penggunaan model pembelajaran yang inovatif dan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran. Sehingga siswa sulit untuk memahami dan mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan menyebabkan hasil belajar menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan posttest-only control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Gununggangsir 1 Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Instrumen pengumpulan data meliputi pedoman observasi dan tes hasil belajar. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan independent sample t-test. Hasil rata-rata nilai post-test kelompok kontrol sebesar 53.63, sedangkan kelompok eksperimen sebesar 83.5. Analisis data dengan independent sample t test menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel (10,246 > 1,671) dan nilai Sig. 2-tailed 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekaligus menghargai keberagaman budaya mereka. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji efektivitas model Problem Based Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching di berbagai jenjang pendidikan dan konteks budaya yang lebih beragam.
Copyrights © 2025