Pertumbuhan populasi global mendorong peningkatan kebutuhan energi yang menjadi tantangan serius bagi pembangunan berkelanjutan. Indonesia, sebagai konsumen energi primer terbesar kelima di Asia Pasifik, menghadapi tekanan terhadap ketahanan energi, khususnya di sektor rumah tangga. Di tengah dominasi energi konvensional, Indonesia memiliki potensi besar dalam energi terbarukan, salah satunya biomassa dari limbah peternakan sapi. Limbah ini mengandung bahan organik tinggi yang dapat dikonversi menjadi biogas melalui teknologi biodigester, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung kemandirian energi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun biodigester skala kecil yang sesuai dengan kondisi lokal di Universitas Teuku Umar (UTU), Aceh. Biodigester dirancang sebagai reaktor anaerob tertutup yang mengubah limbah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk organik. Melalui pendekatan berbasis komunitas, teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan meningkatkan kemandirian energi masyarakat. Selain itu, proyek ini menjadi sarana pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa UTU dalam bidang teknik mesin, lingkungan, dan energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biodigester berpotensi menjadi solusi strategis dalam pengelolaan limbah dan penyediaan energi alternatif yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025