Artikel ini membahas relasi kuasa dan budaya politik relasi kuasa masyarakat miskin Indonesia dalam konteks sosial-politik. Kajian teoretis budaya politik ini bertujuan untuk memahami bagaimana relasi-kuasa seperti hubungan patron-klien terbentuk, berkembang, dan memengaruhi dinamika politik masyarakat miskin. Artikel ini berusaha memahami budaya politik sebagai pola perilaku, sikap, dan nilai-nilai yang dianut masyarakat dalam kaitannya dengan sistem politik. Metode penelitian kualitatif dipilih karena memiliki dua tujuan, yaitu pertama, untuk membatasi kajian, dan kedua, fokus penelitian bersifat tentatif atau sementara sehingga bisa jadi fokus penelitian berubah ketika peneliti menemukan hal yang menarik selama pengumpulan data di lapangan. Penulis menunjukkan bahwa budaya politik di Indonesia dibentuk oleh sejarah panjang, pluralitas etnis dan agama, serta dinamika sosial-ekonomi. Dalam konteks masyarakat miskin, hal tersebut disebabkan oleh pengetahuan tentang politik yang seringkali dimonopoli oleh elit penguasa. Studi pada pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Malang, di mana terdapat relasi kuasa antara pendamping PKH dengan keluarga penerima manfaat. Hal inilah yang menyebabkan terbatasnya akses masyarakat miskin terhadap informasi politik yang akurat dan kritis yang berakibat pada rendahnya kesadaran politik dan bahkan partisipasi yang terkesan manipulatif.
Copyrights © 2025