Pemanfaatan pelayanan rawat inap di Puskesmas Kabupaten Karawang masih rendah, meskipun jumlah Puskesmas rawat inap bertambah dan angka kesakitan masyarakat tetap tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya pemanfaatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan rawat inap di Puskesmas Kabupaten Karawang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan potong lintang. Populasi penelitian adalah pasien rawat inap Puskesmas tahun 2023 dengan total 5.564 orang. Sampel penelitian berjumlah 373 responden yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner meliputi variabel pendidikan, pengetahuan, sikap, sarana prasarana, biaya, perilaku tenaga kesehatan, dan ketersediaan tenaga kesehatan. Analisis data dengan uji chi-square dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan, pengetahuan, sikap, sarana prasarana, biaya, perilaku tenaga kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan rawat inap di Puskesmas (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pendidikan dan ketersediaan tenaga kesehatan merupakan faktor yang memengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap di Puskesmas Kabupaten Karawang. Kesimpulan penelitian bahwa pemanfaatan pelayanan rawat inap di Puskesmas dipengaruhi oleh faktor predisposisi (pendidikan) dan faktor pendorong (ketersediaan tenaga kesehatan). Disarankan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang meningkatkan upaya promosi kesehatan, dan pemenuhan tenaga kesehatan esensial.
Copyrights © 2025