Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi kurikulum keagamaan dan kontribusinya dalam memperkuat nilai-nilai pendidikan pesantren yang meliputi nilai I‘tiqādiyyah (keyakinan), ‘Amaliyyah (praktik ibadah), dan Khulūqiyyah (akhlak). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman (kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) yang divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pandanwangi dilakukan secara bertahap, kolaboratif, dan integratif, memadukan pendekatan salafiyah dengan sistem modern. Kurikulum yang dikembangkan berhasil memperkuat internalisasi nilai-nilai pesantren melalui keseimbangan antara penguasaan ilmu agama, pembiasaan ibadah, dan pembentukan karakter santri yang mandiri, disiplin, serta berakhlak mulia. Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan kiai yang visioner, dukungan masyarakat dan alumni, serta sinergi antar pesantren mitra; sementara hambatan muncul dari keterbatasan tenaga pengajar dan variasi motivasi santri. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi kurikulum berbasis nilai tidak hanya menjaga identitas pesantren salafiyah, tetapi juga menjadikannya model pendidikan adaptif dan transformatif di tengah arus modernisasi pendidikan Islam.
Copyrights © 2025