Agroforestri dipandang sebagai salah satu pendekatan terpadu yang efektif dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di lahan kering melalui integrasi antara budidaya tanaman pertanian, penanaman pohon, dan pemeliharaan ternak, yang tidak hanya mampu mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan produksi pangan. Sistem agroforestri memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas lahan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, terutama dalam menghadapi tantangan seperti keterbatasan air dan dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan teknologi Pertanian Cerdas Iklim pada sistem agroforestry lahan kering. Metode analisis yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu penelitian tentang satu subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang dan karakter yang khas dari suatu kasus yang kemudian digeneralisisr. Objek dari penelitian ini adalah tingkat penerapan teknologi Pertanian Cerdas Iklim. Unit analisisnya adalah petani anggota Kelompok Tani yang menerapkan teknologi Pertanian Cerdas Iklim pada sistem agroforestry lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat penerapan manajemen air mengalami kenaikan yang siknifikan pada tingkat penerapan sedang dari jumlah nilai 360 menjadi 2.080, 2) Tingkat penerapan manajemen tanah mengalami kenaikan yang siknifikan pada tingkat penerapan tinggi dari jumlah nilai 660 menjadi 2.240. 3) Tingkat penerapan manajemen tanaman mengalami kenaikan yang siknifikan pada tingkat penerapan tinggi dari jumlah nilai 550 menjadi 1.500. 4) Tingkat penerapan manajemen agribisnis mengalami kenaikan yang siknifikan pada tingkat penerapan sedang dari jumlah nilai 280 menjadi 1.600.
Copyrights © 2025