Pendidikan vokasi berperan strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu menjawab kebutuhan industri modern, namun kualitas layanan masih menghadapi tantangan pada aspek Tangible. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merumuskan strategi peningkatan mutu layanan pendidikan vokasi pada dimensi Tangible di Perguruan Tinggi Tekstil XYZ. Perumusan menggunakan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Hasil dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode USG untuk menentukan prioritas permasalahan, serta TRIZ untuk menghasilkan solusi inovatif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat isu utama yang memengaruhi mutu layanan, yaitu ketiadaan mesin Blowing untuk praktik pemintalan, tidak terdapat sistem reorder point bahan baku sliver, sistem penilaian magang manual, serta ketiadaan standar preventive maintenance. Berdasarkan analisis USG, isu ketiadaan mesin Blowing memiliki tingkat urgensi tertinggi. Penerapan TRIZ menampilkan solusi kreatif berupa simulasi CAD 3D sebagai alternatif pembelajaran praktik dan pengembangan kalkulator ROP berbasis HTML dengan dukungan kecerdasan buatan untuk pengelolaan bahan praktik. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan inovasi teknologi dan digitalisasi proses pembelajaran tidak hanya mampu menutup keterbatasan sarana fisik, tetapi juga mendorong efisiensi operasional serta memperkuat keterhubungan antara proses pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Hasil penelitian ini berimplikasi pada perlunya transformasi manajemen fasilitas pembelajaran menuju model layanan vokasi adaptif, inovatif, dan berorientasi industri.
Copyrights © 2025