Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan Subjective Well-Being (SWB) antara individu yang sudah menikah dan yang belum menikah pada kelompok guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain komparatif, guna membandingkan tingkat kesejahteraan subjektif berdasarkan status pernikahan. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala Subjective Well-Being yang diadaptasi dari model Diener, mencakup aspek kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif. Data dari 30 responden dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test untuk membandingkan rata-rata antar kelompok. Hasil analisis menunjukkan nilai t(28) = -1,625 dengan taraf signifikansi p = 0,115 (p > 0,05) dan Cohen’s d = 0,33, yang mengindikasikan besaran efek kecil (small effect size). Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat Subjective Well-Being antara individu yang sudah menikah dan yang belum menikah. Temuan ini menunjukkan bahwa status pernikahan bukan merupakan faktor utama dalam menentukan kebahagiaan subjektif guru SLB. Faktor lain seperti dukungan sosial, pengalaman kerja, makna hidup, serta kondisi psikologis individu kemungkinan memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap kesejahteraan subjektif dibandingkan status pernikahan semata.
Copyrights © 2025