Artikel ini membahas keselarasan antara Misi Allah Dengan Prinsip Deep Ecology Arne Naess dalam konteks pengelolaan perkebunan, khususnya di wilayah Modoinding. Realitas penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan telah menyebabkan degradasi tanah, pencemaran air, serta ketergantungan ekosistem terhadap bahan kimia, sehingga menimbulkan krisis lingkungan yang serius. Prinsip Deep Ecology menegaskan bahwa seluruh ciptaan memiliki nilai intrinsik, dan manusia tidak berhak mengeksploitasi alam hanya demi kepentingan pribadi. Perspektif ini sejalan dengan mandat teologis yakni, mengusahakan dan memelihara Bumi (Kejadian 2:15) hal tersebut diyakini sebagai bagian dari Misi Allah yang pertama bagi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk melihat dampak penggunaan pupuk anorganik serta alternatif yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya integrasi antara iman, ilmu, dan praktik ekologis agar pengelolaan perkebunan tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan pemeliharaan ekosistem. Gereja, pemerintah, dan semua orang perlu berkolaborasi dalam memberikan pendidikan ekologis, menyediakan dukungan bagi praktik ramah lingkungan, dan membangun kesadaran bahwa merawat Bumi adalah bagian dari Misi Allah bagi semua ciptaan-Nya.
Copyrights © 2025