Artikel ini membahas kepemimpinan transformasional dalam gereja oikoumene sebagai jawaban atas tantangan kemajemukan doktrin, tradisi liturgi, dan identitas denominasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menganalisis sumber-sumber primer berupa Alkitab, dokumen gereja oikoumene, dan literatur teologi kepemimpinan, serta sumber sekunder dari studi akademik terkait kepemimpinan transformasional dan pluralitas. Analisis isi (content analysis) digunakan untuk menemukan relevansi teologis dan implikasi praktis dari kepemimpinan transformasional dalam konteks oikumenis. Hasil kajian menunjukkan bahwa model kepemimpinan ini memiliki landasan teologis yang kuat, selaras dengan teladan Yesus Kristus yang mengedepankan kasih, kerendahan hati, dan rekonsiliasi. Lebih jauh, kepemimpinan transformasional terbukti mampu membangun visi profetis, memotivasi komunitas iman, serta memberdayakan umat untuk mengelola perbedaan secara konstruktif. Implikasi praktisnya, gereja dituntut untuk mengembangkan paradigma kepemimpinan yang transformatif dan dialogis, sehingga dapat memperkokoh kesatuan di tengah keragaman.
Copyrights © 2025