Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi gereja ke ruang digital, sehingga khotbah hadir tidak hanya dalam pertemuan fisik tetapi juga melalui media online. Perubahan ini membuka peluang untuk memperluas jangkauan Injil sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga otentisitas teologis dan spiritualitas khotbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep homiletika digital sebagai kerangka teoretis dan praktis dalam memahami serta mengarahkan khotbah di era pasca-pandemi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis teologis-praktis melalui integrasi tradisi homiletika klasik dan dinamika komunikasi digital. Hasil penelitian menegaskan bahwa khotbah digital bukan sekadar adaptasi teknis, melainkan pewartaan yang berakar pada prinsip teologi Kristen: kesetiaan pada Injil, transformasi hidup, dan partisipasi komunitas. Temuan ini menyoroti pentingnya model khotbah online yang interaktif, kontekstual, dan sensitif terhadap budaya digital, tetapi tetap menjaga identitas liturgis. Kesimpulannya, homiletika digital dapat menjadi sarana vital bagi gereja dalam mewartakan Injil secara kreatif, otentik, dan relevan.
Copyrights © 2025