Platform media digital kini menjadi sumber utama informasi global, termasuk isu-isu ekonomi dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pembingkaian berita perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok oleh media internasional CNN dan Al-Jazeera pada April 2025. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kedua media tersebut membingkai konflik kepentingan perdagangan mereka, menggunakan teori pembingkaian Robert Entman. Data utama diambil dari artikel CNN berbahasa Arab yang berjudul “الصين تحتفظ بورقة استراتيجية في صراعها التجاري مع ترامب” dan artikel Al-Jazeera “الصين توقف استثماراتها في وول ستريت ردا على حرب ترامب التجارية”, dan didukung oleh data sekunder dari berbagai studi ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan dan pencatatan, sementara analisis mengikuti model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNN cenderung menampilkan Tiongkok sebagai pihak yang strategis namun agresif, sementara AS sebagai pihak yang berupaya memperkuat kemandirian ekonomi. Sebaliknya, Al-Jazeera menggambarkan Tiongkok secara defensif, merespons tekanan ekonomi dari AS untuk melindungi kepentingan nasional. Perbedaan ini mencerminkan konteks geopolitik media yang memengaruhi konstruksi wacana dan persepsi publik global.
Copyrights © 2025