Potensi pengembangan budidaya udang di Indonesia sangat terbuka karena kondisi biofisik perairan yang sangat mendukung budidaya tambak serta pasar yang masih sangat terbuka, baik di mancanegara maupun nasional. Permasalahan yang dihadapi dalam melakukan kegiatan pembesaran udang vaname adalah tingkat produktivitas yang rendah, disebabkan kualitas air menurun akan menimbulkan masalah pada budidaya tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan kualitas air di tambak udang PT. Imani Matra Infinity Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, dan juga faktor pembatas yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan di PT. Imani Matra Infinity, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah dan menggunakan 24 petak tambak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian observasional yaitu mengukur kualitas air pada titik waktu tertentu di berbagai lokasi tambak. Analisis data kualitas air yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode skoring yang didasarkan pada pemberian nilai pada masing-masing satuan lahan dengan karateristiknya. Nilai rata-rata kualitas air yang diperoleh yaitu suhu 31,5°C, kecerahan 39,7 cm, oksigen terlarut 5,8 mg/l, pH 7,8, salinitas 34,5 mg/l, nitrit 0,004 mg/l, nitrat 0,24 mg/l, dan amoniak 0,125 mg/l. Hasil skoring yang diperoleh adalah 25 dan termasuk pada kategori sesuai untuk budidaya udang vaname. Adapun factor pembatas yang mempengaruhi kulitas air yaitu parameter salinitas, nitrat, dan ammonia. Kata kunci: Udang vaname (Litopanaeus vannamei), Tambak, Kualitas Air
Copyrights © 2025