Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pendidikan politik berbasis multikultural dalam membentuk partisipasi warga negara yang aktif, kritis, dan inklusif di era reformasi. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini menelaah keterkaitan antara reformasi politik, pengembangan kurikulum, dan pendidikan multikultural sebagai instrumen strategis pembentukan budaya politik yang demokratis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan politik yang mengintegrasikan nilai-nilai multikultural mampu menumbuhkan kesadaran moral dan etis warga negara terhadap keberagaman serta mendorong keterlibatan aktif dalam kehidupan politik. Pendidikan ini tidak hanya menanamkan pemahaman tentang hak dan kewajiban politik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar toleran, bertanggung jawab sosial, dan berpikir kritis. Kurikulum yang adaptif, pelatihan guru yang berkelanjutan, serta pelibatan komunitas menjadi komponen penting dalam mewujudkan pendidikan politik yang transformatif. Dengan demikian, pendidikan politik berbasis multikultural berkontribusi besar dalam memperkuat fondasi demokrasi substansial dan membangun generasi yang cakap secara sosial-politik di tengah masyarakat yang majemuk.
Copyrights © 2025