Banjir lahar dingin di Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam, menyebabkan kerusakan besar pada lahan pertanian, mengubah fungsi lahan dan menurunkan produktivitas panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan dampaknya terhadap produktivitas pertanian. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial melalui overlay citra satelit, serta pengumpulan data primer melalui kuesioner kepada 74 petani terdampak dan observasi lapangan. Data dianalisis dengan SIG dan perangkat lunak statistik. Hasil menunjukkan sekitar 43.417 hektar lahan sawah terdampak, mengalami kerusakan parah yang menyebabkan perubahan fungsi menjadi perkebunan atau lahan kosong serta kerusakan sistem irigasi. Dampak ini menurunkan produktivitas pertanian dan mempengaruhi kesejahteraan petani. Kebaruan penelitian terletak pada penggabungan data peta dengan survei kuesioner langsung di lokasi, sehingga menghasilkan gambaran lengkap yang praktis untuk pemulihan lahan pasca-bencana. Hasil penelitian dapat menjadi dasar perencanaan mitigasi bencana dan program rehabilitasi pertanian berkelanjutan guna menjaga ketahanan pangan dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat terdampak.
Copyrights © 2026