Penelitian ini mengkaji dinamika propaganda Partai Komunis Indonesia (PKI) dari tahun 1914 hingga 1948, yang diawali dengan berdirinya Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) oleh Sneevliet di Semarang. Transformasi ISDV menjadi PKI pada tahun 1920 menandai babak baru dalam perjuangan ideologi komunisme di Indonesia. PKI menggunakan berbagai strategi propaganda, termasuk menyusup ke organisasi-organisasi nasional, memanfaatkan media cetak, memobilisasi pekerja dan petani, serta mengorganisasi pemogokan dan demonstrasi, untuk memperluas pengaruhnya. Peran media cetak, seperti Het Vrije Woord dan Sinar Hindia, sangat penting dalam menyebarluaskan ideologi Marxisme-Leninisme. Selain itu, PKI memanfaatkan ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan kolonial untuk membangun basis massa yang kuat. Gerakan PKI berikutnya adalah pemberontakan 1926-1927, yang menunjukkan kemampuan partai untuk memobilisasi massa melawan sistem kolonial. Setelah kemerdekaan Indonesia, PKI aktif di wilayah Madiun pada tahun 1948. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana strategi propaganda PKI beradaptasi dengan kondisi setempat dan berkontribusi terhadap perkembangan gerakan politik di Indonesia.
Copyrights © 2025