Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil reaktif Hepatitis C Virus (HCV) berdasarkan uji saring Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) pada pendonor darah di UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah penelitian observasi deskriptif dengan populasi seluruh pendonor yang terdeteksi reaktif HCV, berjumlah 46 sampel. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling, dan data dikumpulkan dari hasil uji saring IMLTD. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung persentase hasil reaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,22% pendonor reaktif adalah laki-laki, dengan kelompok usia 30-49 tahun sebagai yang terbanyak (63,04%). Golongan darah O+ memiliki prevalensi tertinggi (45,65%) di antara pendonor reaktif. Kesimpulannya, terdapat ketidakseimbangan antara jumlah pendonor reaktif dan kebutuhan skrining yang perlu ditingkatkan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah meningkatkan sosialisasi donor darah dan memperluas penelitian untuk mencakup lebih banyak variabel.
Copyrights © 2025