Pendidikan vokasi SMK menghadapi kesenjangan kompetensi pada teknologi robotika manufaktur. Artikel ini bertujuan mengevaluasi intervensi pembelajaran berbasis collaborative robot (cobot) melalui pengenalan dan praktik terintegrasi. Program mengembangkan teaching aid cobot terintegrasi PLC dan HMI Berbasis IoT serta menerapkan pelatihan intensif dua hari (16 jam) kepada 34 peserta (guru dan siswa) di SMK mitra. Metode mencakup desain pengembangan perangkat, pelatihan berbasis proyek, pendampingan daring, serta evaluasi kuantitatif (pre-test dan post-test) dan umpan balik kuesioner; sebagian peserta mengikuti asesmen sertifikasi pihak ketiga. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan (rata-rata skor post-test melampaui pre-test), dengan sikap dan antusiasme peserta pada kategori tinggi, meski penguasaan teknis masih membutuhkan penguatan praktik. Kebaruan program terletak pada integrasi lowcost teaching aid cobot yang mereplikasi ekosistem otomasi industri (cobot, PLC, HMI) dan skema kemitraan antara SMK, perguruan tinggi, dan industri yang memungkinkan adopsi kurikulum praktik secara berkelanjutan. Disimpulkan bahwa pendekatan ini efektif meningkatkan kompetensi manufaktur berbasis robotik dan kesiapan kerja siswa, serta layak direplikasi dengan penyesuaian konteks dan alokasi waktu praktik tambahan pada aspek teknis.
Copyrights © 2025