Kebijakan pemerintah menerapkan industri energi terbaharukan dari minyak sawit memberi peluang penyediaan bahan tanaman dalam jumlah yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan perluasan areal kelapa sawit. Harga pupuk yang terus meningkat setiap tahun menjadi masalah bagi produsen penyedia bibit kelapa sawit. Penggunaan pupuk organik cair (POC) dari limbah pabrik kelapa sawt dan pupuk hayati Biofertilizer merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan akan pupuk anorganik yang selama ini digunakan di pembibitan kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberiaan pupuk organik cair pada bibit kelapa sawit dan pupuk haya biofertilizer nyata menghasilkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery dibandingkan dengan penggunaan pupuk anorganik. Penggunaan POC dari limbah kelapa sawit pada dosis 2,25 cc per bibit per sekali aplikasi nyata lebih baik pertumbuhannya dibanding dengan penggunaan pupuk anorganik. Demikian pula pemberian pupuk hayati pada dosis 0,3% nya menghasilkan pertumbuhan bibit yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian pupuk anorganik, akan tetapi bila kedua perlakuan tersebut dikombinasikan justeru tidak lebih baik dibandingkan dengan pemberian pupuk anorganik.
Copyrights © 2026