Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan anak yang serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas di masa depan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi gizi berbasis potensi lokal sebagai wujud pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Silo mengenai manfaat bekatul sebagai sumber nutrisi alternatif dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan 24 ibu rumah tangga sebagai peserta. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata usia peserta adalah 36,4 tahun, mayoritas berpendidikan SMA, tidak bekerja, memiliki penghasilan
Copyrights © 2025