Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Bojonegoro masih tergolong tinggi, salah satunya disebabkan keterlambatan deteksi risiko kehamilan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Muslimat NU dalam melakukan skrining kehamilan melalui pendekatan Information, Motivation, and Behavioral Skill (IMB) Theory Model. Kegiatan dilakukan selama lima bulan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan Focus Group Discussion (FGD), edukasi, pelatihan, dan pendampingan terhadap 20 kader di Desa Sumbertlaseh. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader (rata-rata naik 2,5 poin; p=0,002) dan keterampilan (rata-rata naik 3,95 poin; p=0,000). Kategori keterampilan baik meningkat dari 60% menjadi 90%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model IMB efektif dalam meningkatkan kapasitas kader komunitas keagamaan sebagai pendamping ibu hamil. Intervensi ini juga menunjukkan bahwa pelatihan yang kontekstual dan berbasis komunitas dapat memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan ibu serta mendukung pencapaian target SDGs bidang kesehatan. Oleh karena itu, pemberdayaan kader melalui pendekatan IMB perlu dikembangkan lebih luas untuk peningkatan deteksi dini risiko kehamilan di tingkat desa.
Copyrights © 2025