Media sosial telah menjadi sarana komunikasi dominan yang mengubah pola interaksi dan cara masyarakat memperoleh informasi. Di era digital, platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp memiliki potensi besar dalam menyebarkan informasi kesehatan secara cepat dan luas. Media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana promosi kesehatan karena kemampuannya menjangkau audiens secara luas dan cepat. Namun, di Puskesmas Wenang, hanya sekitar 30% kader kesehatan yang aktif menggunakan media sosial untuk edukasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital kader melalui pelatihan pengelolaan media sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 10 September 2025 di Aula Puskesmas Wenang dengan melibatkan 12 kader kesehatan. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung, meliputi teori literasi digital, pembuatan poster dan video edukasi, simulasi unggahan, pendampingan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan rata-rata sebesar 40% pada literasi digital, pembuatan konten, dan pengelolaan akun media sosial. Seluruh kader (100%) berhasil membuat poster dan video edukasi, serta 83,3% langsung mengunggah konten ke media sosial. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan kemampuan kader memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi kesehatan.
Copyrights © 2025