Kebiasaan merokok di kalangan remaja pesantren menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena meningkatkan risiko penyakit kronis dan menurunkan kualitas hidup. Pondok Pesantren Hidayatul Mutaalimin, Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar, dipilih sebagai lokasi pengabdian masyarakat untuk menekan potensi perilaku merokok melalui edukasi berbasis Health Belief Model (HBM). Kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2025 dengan melibatkan 48 santri berusia 13–17 tahun. Metode mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi dampak rokok pada kapas, serta penempelan stiker dan poster Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di area strategis pondok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan kenaikan rata-rata nilai dari 80,39 menjadi 88,33 dengan 65,5% peserta mengalami peningkatan skor, disertai perubahan sikap yang lebih menolak rokok. Monitoring jangka menengah pada 16 September 2025 memperlihatkan lingkungan pondok bebas asap rokok, sementara stiker dan poster KTR tetap terpasang rapi sebagai pengingat efektif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi edukasi HBM dan media visual sederhana dapat meningkatkan kesadaran dan membentuk perilaku sehat, sehingga layak direplikasi di lembaga pendidikan berbasis agama lainnya sebagai strategi promotif dan preventif terhadap kebiasaan merokok remaja.
Copyrights © 2025