ABSTRACT. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Gorontalo City have adopted social media for marketing purposes; however, its utilization remains suboptimal due to time constraints and a lack of strategic understanding regarding digital content management. Preliminary surveys indicate that many MSMEs lack a structured posting schedule and face difficulties in objectively measuring promotional effectiveness. As a practical solution, this research designs and develops a web-based Digital Content Management Information System. The primary contribution of this study is the provision of a centralized platform for MSMEs to plan and manage posting schedules, integrated with an innovative "Interaction Level Assessment" feature. This feature converts complex interaction metrics into simplified, easy-to-understand performance scores (Engagement Rate values and Grades A-D) and provides follow-up recommendations for each uploaded content. The system was developed using the Waterfall method (Pressman), involving systematic stages from requirements analysis through interviews and surveys, system design using Unified Modeling Language (UML), to code implementation. Functional testing was conducted using the Black Box Testing method, which confirmed that the system operates according to user requirements and planned specifications.ABSTRAK. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo telah mengadopsi media sosial untuk keperluan pemasaran, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan waktu dan kurangnya pemahaman mengenai strategi manajemen konten digital. Survei awal menunjukkan bahwa banyak pelaku UMKM tidak memiliki jadwal unggahan yang terstruktur dan kesulitan mengukur efektivitas promosi secara objektif. Sebagai solusi praktis atas permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan membangun Sistem Informasi Manajemen Konten Digital berbasis web. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah penyediaan platform terpusat bagi UMKM untuk merencanakan dan mengelola jadwal unggahan, serta fitur inovatif "Interaction Level Assessment". Fitur ini mampu mengonversi metrik interaksi yang kompleks menjadi skor performa yang sederhana dan mudah dipahami (nilai Engagement Rate dan Grade A-D), serta memberikan rekomendasi tindakan lanjut bagi setiap konten yang diunggah. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall (Pressman) yang meliputi tahapan sistematis mulai dari analisis kebutuhan melalui wawancara dan survei, perancangan sistem dengan Unified Modeling Language (UML), hingga tahap implementasi kode. Pengujian fungsionalitas sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing, yang menunjukkan bahwa sistem telah berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan spesifikasi yang direncanakan.
Copyrights © 2025