Anak-anak yang tinggal di panti asuhan menghadapi berbagai tantangan psikososial yang dapat mempengaruhi perkembangan emosional dan ketangguhan mereka. Kurangnya dukungan emosional dan keterbatasan akses terhadap layanan psikologis sering kali menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam mengelola emosi dan menghadapi tekanan hidup. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang efektif untuk membantu mereka mengembangkan ketangguhan (resilience). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan anak panti melalui bimbingan kelompok dengan pendekatan seni kreatif dalam konseling. Metode yang digunakan mengacu pada tahapan bimbingan kelompok menurut Prayitno, yaitu tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran. Sesi bimbingan kelompok melibatkan berbagai aktivitas seni visual, seperti menggambar jembatan kehidupan, membuat kolase mimpi, dan menggambar pelangi sebagai refleksi diri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa anak-anak mengalami peningkatan dalam ekspresi emosi, kepercayaan diri, keterampilan sosial, dan kemampuan mengatasi masalah. Pendekatan seni kreatif terbukti menjadi alat efektif dalam konseling untuk memperkuat ketangguhan psikologis anak panti. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam program bimbingan dan konseling di panti asuhan.
Copyrights © 2025