Pada pasien Corona virus infection disease (COVID)-19 dengan gejala berat ditemukan kadar sitokin proinflamasi yang tinggi dibandingkan dengan pasien bergejala ringan hingga sedang. Agen imunomodulator utama yang telah diketahui memiliki berbagai manfaat sekaligus efek samping adalah kortikosteroid. Tujuan artikel tinjauan pustaka ini adalah untuk mengelaborasi penggunaan kortikosteroid pada pasien COVID-19. Metode penulisan ini adalah deskripsi naratif berdasarkan panduan Organisasi Kesehatan Dunia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dan berbagai penelitian uji klinis pada pasien COVID-19. Hasil penelusuran bukti ilmiah menunjukkan bahwa kortikosteroid telah diindikasikan untuk berbagai macam penyakit, yang secara umum dapat dibagi menjadi penyakit infeksi dan inflamasi, penyakit alergi dan autoimun. Kortikosteroid bekerja dengan mekanisme yang kompleks, yang terdiri dari mekanisme genomik dan nongenomik. Pada COVID-19, kortikosteroid digunakan secara sistemik dan dapat diberikan melalui rute oral atau injeksi. Berdasarkan berbagai bukti ilmiah dari uji pra-klinis dan uji klinis yang meneliti aspek indikasi, mekanisme kerja, efek samping, interaksi obat, dan penggunaan pada kelompok khusus, disimpulkan bahwa steroid efektif dan aman digunakan pada pasien COVID-19 membutuhkan suplementasi oksigen pada perawatan di rumah sakit.
Copyrights © 2024