Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika motivasi belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di tengah keterbatasan akses internet, khususnya di wilayah terpencil seperti Sumatera Utara. Dalam era digital, akses internet telah menjadi elemen penting dalam proses pembelajaran, namun realitas menunjukkan masih banyak daerah yang belum terjangkau fasilitas ini secara memadai. Penelitian ini menyoroti bagaimana motivasi belajar tetap dapat tumbuh melalui peran strategis guru, penggunaan sumber daya lokal, serta pendekatan pembelajaran kontekstual yang tidak bergantung pada teknologi daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterbatasan akses internet berimplikasi pada terbatasnya eksplorasi sumber belajar dan kesenjangan informasi, baik bagi siswa maupun peneliti. Untuk itu, dibutuhkan kebijakan pendidikan yang lebih berpihak, pembangunan infrastruktur digital yang merata, serta penguatan nilai-nilai lokal sebagai sumber motivasi intrinsik. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pendekatan inklusif dan adaptif dalam mendukung semangat belajar anak-anak di lingkungan yang kurang terfasilitasi secara teknologi.
Copyrights © 2025