Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan experimental practice dan produk pembelajaran IPA SD melalui pendekatan STEM dan STEAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one shoot case study. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar penilaian presentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deksriptif dan inferensial. Analisis inferensial dengan menggunakan analisis Kruskal Wallis. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 3 kelas B, C, dan D yang berjumlah 108 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap experimental practice (0,00<0,05) dan implementasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STEM memiliki rerata lebih tinggi dibandingkan pendekatan STEAM (76,15>68,35). Hal Ini disebabkan oleh belum tepatnya mahasiswa dalam menentukan unsur art dalam pendekatan STEAM, jarangnya impelmentasi pendekatan ini, dan beberapa faktor lain yang relevan. Hasil belajar ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan antara kelas B, C, dan D memiliki perbedaan yang signifikan (0,00<0,05), dengan rerata kelas B lebih tinggi dibandingkan kelas C dan D.
Copyrights © 2025